Minggu, 22 Maret 2020

Materi Kelas XI TKJ 1 & XI TKJ 2

Konfigurasi Point To point Menggunakan Litebeam M5 - Access Point dan Station | Teknik Komputer dan Jaringan





Pengertian Jaringan Point To Point




Gambar 4.1. 1 Cara Kerja Jaringan Point To Point

Jaringan Point To Point adalah metode pendistribusian akses insternet yang hanya melibatkan dua site saja. Topologi Point To Point umumnya dipakai oleh ISP untuk mendistribusikan akses internet dari POP (Point Of Presence) hanya ke satu pelanggan saja menggunakan radio wireless, syarat jaringan wireles dikatakan sebagai PTP adalah jika hanya terdapat satu radio station yang terkoneksi ke access point. Secara umum jaringan yang lebih kecil dan terlokalisasi secara geografis cenderung memakai jaringan broadcast, sedangkan jaringan yang lebih besar umumnya menggunakan point to point.

b. Spesifikasi Litebeam M5

Dalam menerapkan jaringan Point To Point, salah satu perangkat yang digunakan adalah Litebeam M5. Salah satu type dari penyedia perangkat jaringan Ubiquiti. Bagian-bagian Litebeam M5 adalah Antenna Feed, Center Reflector Panel, Side Reflector Panel, Metal Strap, Ball Joint Mount, Set Screws, dan Adaptor POE (25V;0,2 A). Adapun spesifikasi litebeam M5 adalah sebagai berikut:

1. Spesifikasi Processor: MIPS 74K.
2. Memory: 64MB.
3. Network Interface: 1 x 10/100 Ethernet Pelabuhan.
4. Frekuensi Operasi: Seluruh Dunia: 5150 - 5875MHz, USA: 5150-5250, 5725 - 5850MHz.
5. Antenna Gain: 23dBi.
6. Daya Maksimum Output: 25dBm.
7. Maksimum Konsumsi Daya: 4W.
8. Power Supply: 24V, 0.2A PoE Adapter.
9. Metode Power: Pasif PoE (pasangan 4, 5 +; 7, 8 Kembali).
10. Suhu Operasional: -40 sampai 158deg F (-40 sampai 70deg C).
11. Kelembaban Operasi: 5-95% tanpa pengembunan.
12. Angin Survivability: 125mph (200km / h).


Gambar 4.1. 2 Radiolink Litebeam M5

B. ALAT DAN BAHAN

1. LiteBeam M5

Gambar 4.2. 1 Perlengkapan Radiolink Litebeam M5


Gambar 4.2. 2 Side Reflector Panel
2. Kabel UTP

Gambar 4.2. 3 Kabel UTP




3. Konektor RJ 45

Gambar 4.2. 4 Konektor RJ 45



4. Crimping Tool

Gambar 4.2. 5 Crimping Tool


5. LAN Tester

Gambar 4.2. 6 LAN Tester


6. Tiang Galvanis

Gambar 4.2. 7 Tiang Galvanis Type Z


7. Safety Belt

Gambar 4.2. 8 Safety Belt


8. Tower/Base Transcevier Station (BTS)

Gambar 4.2. 9 Base Transceiver Station

KESELAMATAN KERJA

Sebelum melakukan konfigurasi, pastikan semua perangkat jauh dari benda cair agar tidak terjadi konsleting listrik. Periksa juga kabel yang digunakan sehingga aman dari sengatan arus listrik yang biasanya disebabkan oleh kabel terkelupas dan sebagainya.

LANGKAH KERJA

a. Konfigurasi Radiolink Litebeam M5  Sebagai Pemancar

1. Isikan IP address pada laptop yang kita gunakan saat konfigurasi sesuai dengan alamat IP Default radio Litebeam M5. Secara default perangkat radio Litebeam M5 memiliki IP Address 192.168.1.20 sehingga IP yang harus di gunakan adalah IP yang sama (misalnya 192.168.1.2), dengan Subnet Mask 255.255.255.0, Default Gateway  192.168.1.1, Preferred DNS Server 8.8.8.8, dan Alternate DNS Server 8.8.4.4. untuk lebih jelasnya lihatlah gambar di bawah ini.

Gambar 4.4. 1 IP Address pada laptop


2. Setelah pengisian IP selesai, cobalah Ping IP radio untuk memastikan apakah laptop sudah terhubung dengan radio.

Gambar 4.4. 2 Ping IP Address Radio


3. Bukalah browser. Ketikkan alamat IP radio pada kotak URL. Jika muncul tampilan seperti gambar berikut maka pilih Advanced.

Gambar 4.4. 3 Login Radio



4. Kemudian pilih menu Proceed to 192.168.1.20 (unsafe).

Gambar 4.4. 4 Login Advanced Menu

5. Masukkan Username ubnt dan Passwordnya ubnt, kemudian pilih Country  Indonesia, Language English, dan centang I Agree... lalu klik Login.


Gambar 4.4. 5 Halaman Login UBNT

6. Setelah berhasil Login, pilih tab System. Centang bagian Check For Updates. Berikan nama device. Misalnya AP_KHAIRUL. Pilih zona waktu Bangkok (GMT +07.00). 

Gambar 4.4. 6 Konfigurasi Tab System

7. Pilih tab Service. Centang bagian SNMP Agent. Lalu ketik Public dibagian SNMP Community, Contact nya GDS, Location Cendana. Centang bagian SSH Server lalu isikan portnya 22. Centang bagian Telenet Server lalu isikan portnya 23. Centang juga bagian NTP Client lalu isi kotak NTP Server dengan 0.id.pool.ntp.org. Centang bagian system log. Klik change.

Gambar 4.4. 7 Konfigurasi Tab Service

8. Pilih tab Network. Pada kotak Network Mode pilih Bridge dan pada kotak Diseble Network pilih None. Pada kotak Configuration Mode pilih Simple. Pada bagian Management Network Settings, Jenis IP Address nya Static dengan alamat IP 172.16.1.9, Netmasknya 255.255.255.0, Gatewaynya 172.16.1.1, Auto IP Aliasing dicentang. Klik Change. 


Gambar 4.4. 8 Konfigurasi Tab Network

9. Pilih tab Wireless. Pilih Wireless Mode Acces Point, centang pilihan WDS. SSID nya diisi PTP_JOS, Country Code pilih Indonesia. Channel Width 20 MHz, Frequency MHz Auto, Antenna 11 x 14 (t x1) -23 dBi, Output Power 25 dBm, Data Rate Modul Default, Max Tx Rate Mbps nya MCS 7 -65/72.2  dan Auto dicentang.

Gambar 4.4. 9 Konfigurasi Tab Wireless

10. Untuk melihat hasil konfigurasi pilih tab Main.

Gambar 4.4. 10 Hasil Konfigurasi

b. Konfigurasi Radiolink Litebeam M5  Sebagai Station/Client

1. Pilih tab System. Check For Updates dicentang. Pada kotak Device Name isikan CPE-ANWAR. Untuk Time Zone (GMT+07.00) Bangkok. Klik Change.

Gambar 4.4. 11 Konfigurasi Tab System Client

2. Pilih tab Service. SNMP Agent dicentang, SNMP Community pilih Public, Contact ketik GDS, Location ketik Pekanbaru. Untuk Web Server dicentang, HTTPS dicentang, Secure Server Port 443, Server Port 80, Session TimeOut 15 Minutes. Untuk SSH Server dicentang dengan Server Port 22, Password Authenticaton dicentang. Telnet Server dicentang dengan Server Port 23. NTP Client dicentang, NTP Server 0.id.pool.ntp.org. Centang System Log.

Gambar 4.4. 12 Konfigurasi Tab Service Client

3. Pilih tab Network. Pada kotak Network Mode pilih Router, Diseble Network pilih None. Configuration Mode pilih Simple. Untuk WAN Network Setting, nama WAN Interfacenya WLAN0, IP Address PPPoE, Username dan Passwordnya dapat diminta dari NOC, Fallback IP 172.16.1.8, Fallback Netmask 255.255.255.0, MTU/MRU 1492/1492 dan MRU Negotiaton dicentang, NAT dicentang, NAT Protocol dicentang Semua.

Gambar 4.4. 13 Konfigurasi Tab Network Client

Untuk LAN Network Setting, IP Address 192.168.1.1 - 255.255.255.0, MTU 1500, DHCP Server dicentang, Range Start 192.168.1.2, Range End  192.168.1.254 - 255.255.255.0, Lease Time 600, Primary DNS IP 202.119.13.77, Secondary DNS IP 202.118.13.78. Klik Change.

Gambar 4.4. 14 Konfigurasi Tab Network Client

4. Pilih tab Wireless. Wireless Mode pilih Station, SSID nya dapat kita select, pilihlah PTP yang Sinyal Bagus buat pelanggan/yang sudah kita seting tadi. Country Code Complience Test, Channel Width Auto 20/40 MHz. Antenna 11 X 14 (1X1) -23 dBi. Output Power 25 dBm. Data Rate Module Default. Max TX Rate, Mbps MCS 7-65/72.2, dan Auto dicentang.

Gambar 4.4. 15 Konfigurasi Tab Wireless Client

5. Untuk melihat hasil konfigurasi dan kekuatan sinyal yang diterima oleh station, pilih tab Main.

Gambar 4.4. 16 Hasil Konfigurasi Client


E. HASIL YANG DIPEROLEH

Adapun hasil dan pembahasan dalam melakukan konfigurasi radio adalah pengecekan kekuatan sinyal radio. Jika sinyalnya lemah maka harus dilakukan pointing sampai sinyalnya dirasa sudah bagus. Untuk frekuensi sinyal yang baik adalah mulai dari -75 dBm ke bawah atau lebih mudahnya dengan melihat indikator warna sinyal pada halaman konfigurasi. Warna merah menunjukkan kualitas sinyal jelek, warna kuning dan hijau  menandakan kualitas sinyal sedang, dan biru berarti kualitas sinyal sangat baik.

Indikasi kerusakan pada jaringan point to point dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Sinyal koneksi antara station dan access point lemah.
2. Koneksi wireless sering putus nyambung.
3. Akses internet terasa lemot.

Keuntungan menggunakan jaringan wireless diantaranya sebagai berikut :
1. Lebih efesien dan fleksibel.
2. Mobilitas dan produktivitas tinggi.
3. Maintenance yang mudah.
4. Kemudahan dan kecepatan instalasi.

Namun selain memiliki kelebihan, tentunya penggunaan wireless juga memiliki kelemahan, diantaranya adalah:
1. Biaya Instalasi tinggi.
2. Delay yang besar.
3. Biaya peralatan yang tinggi.

KESIMPULAN

Radio Link Point to Point adalah salah satu komputer/perangkat yang disambungkan ke satu perangkat/komputer saja menggunakan perangkat wireless.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar